fbpx

7 Mitos Filter Air yang Masih Dipercaya Apa Anda Juga?

Masih percaya semua filter air itu sama saja atau air jernih berarti aman? Baca 7 mitos filter air yang ternyata salah di sini dan temukan faktanya.

Ditulis oleh Tim EcoFilter | Teknisi Filter Air Kota Malang

Anda pasti pernah mendengar berbagai hal tentang filter air dari tetangga, teman, atau bahkan dari penjual di marketplace. Ada yang bilang air jernih berarti sudah aman. Ada yang bilang semua filter air itu sama saja. Ada yang bilang filter air tidak perlu dirawat. Tapi apakah semua yang Anda dengar itu benar atau hanya mitos filter air belaka?

Di dunia filter air, ada banyak mitos yang beredar dan dipercaya oleh banyak orang. Mitos filter air ini bukan hanya menyesatkan tapi juga bisa membuat Anda mengambil keputusan yang salah. Daripada terus menerus bingung, mari kita luruskan satu per satu.

Baca Juga: 6 Cara Merawat Filter Air Sendiri di Rumah dan Mudah Anda Praktikkan

Air Jernih Berarti Aman untuk Dikonsumsi

Ini mitos filter air yang paling sering kami temui. Banyak orang yang melihat airnya jernih lalu langsung menganggapnya aman. Padahal air jernih hanya berarti tidak ada partikel kasar yang terlihat oleh mata. Zat besi terlarut, bakteri, bahan kimia, dan kontaminan lainnya bisa berada di dalam air tanpa Anda sadari.

Di Malang sendiri, kandungan zat besi terlarut di air tanah cukup tinggi karena pengaruh lapisan tanah vulkanik. Air yang baru ditarik dari sumur bor bisa terlihat bening sempurna tapi berubah kuning beberapa jam kemudian karena proses oksidasi. Dan jika tidak berubah warna sekalipun, zat besinya tetap ada dan tetap masuk ke tubuh Anda.

Faktanya, air jernih bukan jaminan aman. Satu satunya cara memastikan adalah dengan tes kualitas air atau memastikan air sudah melewati proses filtrasi yang memadai.

Semua Filter Air Itu Sama Saja

Ini mitos filter air yang cukup berbahaya karena bisa membuat Anda membeli filter air yang tidak sesuai. Banyak orang mengira filter air tinggal pasang saja dan semua masalah akan teratasi. Padahal setiap jenis filter air punya fungsi dan cara kerja yang berbeda.

  • Filter sediment menyaring partikel kasar.
  • Filter karbon aktif menghilangkan bau dan rasa.
  • Filter iron removal menangani zat besi dan mangan.
  • Filter UV membunuh bakteri.
  • Water softener mengatasi air sadah.

Memasang filter sediment untuk air yang mengandung zat besi tinggi misalnya, hasilnya air memang terlihat lebih bening tapi bau besinya tetap ada. Karena zat besi terlarut bukan tugas filter sediment.

Faktanya setiap filter air punya fungsi spesifik. Maka memilih filter air yang tepat harus disesuaikan dengan masalah air di rumah Anda.

Filter Air Tidak Perlu Dirawat

Mitos filter air selanjutnya sering dikatakan oleh penjual yang hanya ingin menjual produk. Setelah filter air terpasang, tinggal pakai saja dan tidak perlu dipikirkan lagi. Kenyataannya sangat berbeda.

Media filter punya masa pakai. Setelah jenuh menyerap kontaminan selama berbulan bulan, kemampuannya menurun drastis. Bahkan media yang sudah jenuh bisa jadi tempat berkembang biaknya bakteri. Jadi bukannya air semakin bersih, air yang melewati filter yang tidak dirawat justru bisa lebih berbahaya.

Faktanya, Filter air wajib dirawat secara rutin meliputi penggantian media dan pengecekan kondisi komponen. Tanpa perawatan, filter air justru bisa jadi sumber masalah baru.

Filter Air Mahal Tidak Perlu, yang Murah Juga Bisa

Godaan harga murah memang sangat kuat. Siapa yang tidak tertarik kalau bisa mendapatkan hasil yang sama dengan harga yang lebih murah? Tapi di dunia filter air, harga sering kali mencerminkan kualitas media dan komponen yang digunakan.

Filter air yang terlalu murah biasanya menggunakan media dengan kualitas rendah yang tidak efektif menyaring kontaminan. Hasilnya air tidak berubah atau hanya sedikit membaik. Uang yang sudah keluar jadi percuma dan Anda harus membeli filter lain yang benar benar berkualitas.

Faktanya lebih baik memilih filter air yang berkualitas dan sesuai kebutuhan meskipun harganya sedikit lebih besar daripada membeli yang murah tapi tidak efektif. Jika Anda bingung berapa pengeluaran rutin yang akan keluar, kami akan membantu Andan menghitung biaya secara keseluruhan termasuk perawatan dan umur pakainya. Hubungi kami via WhatsApp dan konsultasikan secara detail kondisi air di rumah Anda.

Rebus Air Sudah Cukup untuk Menghilangkan Semua Kontaminan

Banyak keluarga yang mengandalkan merebus air sebagai satu satunya cara untuk mendapatkan air yang aman diminum. Memang benar merebus air bisa membunuh bakteri dan virus. Tapi itu saja tidak cukup dan tidak menjawab keluhan lain.

Zat besi terlarut, mangan, bahan kimia, dan logam berat tidak bisa dihilangkan dengan cara direbus. Bahkan merebus air justru bisa meningkatkan konsentrasi mineral tertentu karena airnya menguap sementara mineralnya tertinggal. Jadi air yang direbus bisa jadi lebih pekat kandungan mineralnya dari yang sebelumnya.

Faktanya merebus air hanya membunuh bakteri tapi tidak menghilangkan zat kimia dan mineral berlebih. Untuk air yang benar benar aman, Anda tetap memerlukan filter air yang tepat.

Mitos Filter Air Hanya untuk Air Minum Saja

Banyak orang berpikir filter air hanya penting untuk kebutuhan minum dan memasak. Untuk mandi dan mencuci tidak masalah pakai air mentah. Padahal kulit Anda juga menyerap zat yang terkandung dalam air.

Air yang mengandung zat besi tinggi bisa menyebabkan iritasi kulit dan kerusakan rambut jika digunakan untuk mandi setiap hari. Air sadah membuat sabun sulit berbusa dan meninggalkan residu di kulit. Belum lagi cucian yang menguning dan peralatan yang cepat berkerak.

Namun, menggunakan filter air bermanfaat untuk seluruh kebutuhan rumah tangga. Dari minum, memasak, mandi, sampai mencuci. Semuanya menggunakan air yang sama dan semuanya terpengaruh oleh kualitas air tersebut.

Baca Juga: 5 Tanda Media Filter Air Harus Diganti dan Jangan Sampai Terlewat ya

Pasang Filter Air Selesai dan Tidak Perlu Dipikirkan Lagi

Ini mitos filter air yang berkaitan dengan mitos ketiga. Banyak orang yang pasang filter air lalu menganggap semuanya sudah beres selamanya. Padahal filter air adalah sistem yang memerlukan perhatian berkelanjutan.

Media perlu diganti, komponen perlu dicek, dan kondisi air perlu dipantau secara berkala. Kualitas air tanah juga bisa berubah seiring waktu karena pengaruh aktivitas di sekitar lokasi. Jadi solusi yang tepat tahun ini belum tentu masih tepat di tahun berikutnya.

Tentu saja, jika Anda ingin memasang filter air perlu mempertimbangkan perawatan rutin dan evaluasi berkala. Dengan pendampingan yang tepat, filter air Anda akan selalu bekerja optimal dan air di rumah tetap bersih. Hubungi kami untuk detail kebutuhan dan perkiraan estimasi pemasangan dan pengeluaran rutin via WhatsApp sekarang juga.

Sudah Tidak Bingung Lagi?

Tujuh mitos filter air di atas sudah cukup untuk meluruskan pemahaman Anda tentang filter air. Intinya sederhana. Air jernih tidak selalu aman, tidak semua filter air sama, filter harus dirawat, harga murah belum tentu menguntungkan, merebus saja tidak cukup, filter air penting untuk seluruh kebutuhan, dan pasang filter air butuh pendampingan berkelanjutan.

Jika Anda masih punya pertanyaan atau ingin mengetahui kondisi air di rumah Anda, jangan ragu untuk menghubungi tim EcoFilter. Konsultasi gratis dan kami siap menjawab semua pertanyaan Anda tanpa jargon yang membingungkan.

Main Menu