fbpx

5 Cara Cek Kualitas Air Sumur Sendiri di Rumah Sebelum Pasang Filter Air

Ingin tahu cara cek kualitas air sumur sendiri tanpa alat mahal? Ikuti 5 langkah mudah ini untuk cek kualitas air sumur sendiri yang bermasalah sebelum konsultasi dengan teknisi filter air Malang.

Anda curiga air sumur di rumah bermasalah tapi belum yakin harus mulai dari mana? Sebelum menghubungi teknisi filter air atau membawa sampel ke laboratorium, sebenarnya ada beberapa tes sederhana yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Hasilnya memang tidak selengkap tes laboratorium, tapi cukup untuk memberi gambaran awal apakah air Anda perlu penanganan lebih serius.

Lima cara cek kualitas air sumur sendiri yang bisa Anda praktikkan hari ini juga tanpa alat khusus.

Baca Juga: 7 Cara Memilih Filter Air Sesuai Masalah Air di Rumah Anda

Tes Visual dengan Gelas Bening

Ini cara cek kualitas air sumur sendiri paling mudah dan bisa langsung Anda lakukan sekarang. Ambil segelas air dari keran, tuang ke gelas bening, lalu letakkan di dekat jendela atau sumber cahaya. Perhatikan baik baik.

Apakah airnya bening sempurna atau ada kekeruhan? Apakah ada partikel kecil yang mengambang? Apakah warnanya bening atau sedikit kekuningan? Sekarang diamkan gelas tersebut selama 30 menit sampai satu jam. Perhatikan apakah warnanya berubah. Air yang awalnya bening lalu berubah kuning atau kecoklatan biasanya mengandung zat besi yang cukup tinggi.

Coba juga tuang air ke ember putih dan diamkan semalaman. Di pagi hari, cek kualitas air sumur sendiri apakah ada endapan di dasar ember. Endapan berwarna coklat kekuningan biasanya menandakan kandungan besi dan mangan. Endapan berwarna hitam bisa mengindikasikan kandungan mangan yang lebih tinggi.

Tes Bau dengan Cara Sederhana

Cara lainnya cek kualitas air sumur sendiri adalah siapkan dua gelas bening. Gelas pertama isi dengan air sumur dari keran. Gelas kedua isi dengan air matang yang sudah Anda rebus dan dinginkan. Dekatkan masing masing gelas ke hidung dan cium baunya.

Air sumur yang normal seharusnya tidak berbau. Jika Anda mencium bau besi seperti air dari pipa berkarat, bau lumpur atau bau tanah, bau telur busuk, atau bau kimia tertentu, itu artinya ada sesuatu yang tidak beres di dalam air Anda.

Coba juga lakukan cek kualitas air sumur sendiri di waktu yang berbeda. Ambil air di pagi hari dan di sore hari. Beberapa masalah air sumur seperti bau besi atau bau lumpur cenderung lebih kuat di pagi hari karena air sudah diam di dalam pipa semalaman. Jika baunya lebih menyengat di pagi hari, catat hal ini karena informasi ini akan sangat berguna saat Anda nanti berkonsultasi dengan teknisi filter air.

Tes dengan Sabun

Tes ini cukup menarik dan hasilnya sering mengejutkan. Ambil botol kecil, isi dengan air sumur, tambahkan beberapa tetes sabun cair, lalu kocok selama 15 detik. Perhatikan hasilnya.

Jika air langsung berbusa banyak dan busanya bertahan lama, kemungkinan air Anda relatif normal dari segi kesadahan. Tapi jika susah berbusa, air keruh, atau busanya cepat hilang, kemungkinan air Anda termasuk air sadah yang mengandung kalsium dan magnesium tinggi.

Air sadah bukan hanya soal susah berbusa saat mandi. Dalam jangka panjang, air sadah menimbulkan kerak putih pada peralatan rumah tangga, merusak mesin cuci, dan membuat kulit terasa kering setelah mandi. Jika tes ini menunjukkan hasil yang kurang baik, Anda mungkin memerlukan water softener sebagai bagian dari sistem filter air di rumah.

Tes dengan Kain Putih

Siapkan sehelai kain putih atau kertas tisu putih. Basahi dengan air sumur dari keran, lalu jemur di bawah sinar matahari sampai kering. Setelah kering, perhatikan apakah ada noda atau perubahan warna pada kain tersebut. Jika kain berubah warna menjadi kekuningan atau kecoklatan, itu menandakan air Anda mengandung zat besi atau mangan yang cukup tinggi. Zat ini akan menempel dan meninggalkan bekas setelah air menguap.

Anda juga bisa melakukan tes serupa dengan cara mengelap keran atau shower di kamar mandi dengan kain putih. Jika kain berubah warna setelah dilap, kemungkinan besar air yang mengalir di rumah Anda memang mengandung logam yang cukup signifikan.

Cek Kualitas Air Sumur Sendiri Pada Peralatan Rumah Tangga

Terkadang Anda tidak perlu melakukan tes khusus karena peralatan di rumah sudah memberikan jawabannya. Coba periksa beberapa hal berikut.

Lihat bagian dalam cerek atau pemanas air. Apakah ada kerak putih yang menumpuk? Ini tanda air sadah. Cek dinding kamar mandi dan keran. Apakah ada noda kuning atau coklat yang terus muncul meskipun sudah dibersihkan? Ini tanda kandungan zat besi. Perhatikan juga warna air di toren penampungan. Jika dinding toren berwarna kekuningan atau ada lapisan berminyak, itu sinyal yang cukup kuat bahwa air Anda bermasalah.

Semakin banyak tanda yang Anda temukan dari kelima cara cek kualitas air sumur sendiri di atas, semakin besar kemungkinan air sumur Anda memerlukan penanganan menggunakan filter air.

Setelah Melakukan Tes, Apa Langkah Selanjutnya?

Jika Anda menemukan satu atau lebih tanda masalah dari tes di atas, langkah terbaik berikutnya adalah melakukan tes laboratorium untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Tes laboratorium bisa mengetahui secara pasti kadar zat besi, mangan, pH, kekeruhan, dan kandungan bakteri dalam air Anda.

Hasil laboratorium ini nantinya akan sangat membantu teknisi filter air dalam menentukan jenis dan kombinasi filter yang paling tepat. Tanpa data ini, rekomendasi yang diberikan kurang bisa spesifik sesuai kondisi air di rumah Anda.

Dan kalau Anda butuh bantuan untuk memahami hasil tes atau bingung menentukan langkah selanjutnya, tim EcoFilter siap membantu. Konsultasi bisa dilakukan gratis melalui form di website ini atau langsung chat kami lewat WhatsApp. Ceritakan saja temuan Anda dari tes sederhana tadi, kami akan bantu arahkan ke solusi yang tepat.

Main Menu